ROBOT, MANUSIA DAN JURNALIS

07.19
                                                                                                                          

hallo gays sekarang ini saya akan membahas tentang journalis robot VS journalis manusia sebagai peran pawarta berita 

Apakah dengan adanya jurnalis robot maka peran manusia sebagai pawarta berita dapat tergantikan:
Meskipun diera globalisasi sepeti sekarang ini semuanya serba instant bahkan perkerjaan manusia sebagai seorang jurnalis ada yang tergantikan oleh robot namun hal itu bukan berarti manusia sepenuhnya kehilangan perannya sebagai pewarta atau seorang jurnalis, Hal tersebut karena kinerja manusia dinilai masih unggul bila dibandingkan dengan robot, mengapa demikian karena jurnalis robot dalam menulis berita untuk saat ini baru bisa sampai pada tahap penulisan berita yang berbasis pada data dan angka-angka, seperti seputar keuangan perusahaan, hasil pertandingan sepak bola, gempa, jadwal sholat dan lainnya, Namun, untuk laporan-laporan jurnalistik, seperti laporan investigasi dengan riset yang intensif dan mendalam yang tentunya memerlukan adanya wawancara, konfirmasi atau verifikasi data dan fakta dan lain-lain belum bisa dilakukan oleh robot tersebut. Selain itu jurnalis robot juga tidak bisa memunculkan dan mengembangkan suatu gagasan, opini, kreativitas, belum mampu untuk menganalisis atau menelaah suatu fenomena atau peristiwa dan lain-lain, yang padahal semuanya itu bisa dilakukan oleh manusia  itu artinya peran robot sebagai jurnalis masih sangat terbatas dan banyak kekurangannya sehingga peran manusia sebagai jurnalis tentu masih sangat dibutuhkan. Peran sumber daya manusia yang mendukung terwujudnya rebotorial pun masih besar. Mulai dari programmer, data scientist, hingga jurnalis. Jurnalis robot mampu mengerjakan sejumlah tahapan seperti cloud computing, internet of thing hingga mengelola big date.
Dengan kode program hingga susunan (tamplate) berita yang ditentukan oleh manusia, jurnalis robot dapat mengoptimalkan setiap tahapan dalam proses produksi berita: mengumpulkan bahan berita, pencarian lead tulisan, pembuatan berita dan penyuntingan, menyortir pelaku hingga menganalisis umpan balik pembaca.
Di Indonesia sendiri sudah menerapkan jurnalis robot yaitu perusahaan beritagar yang dipimpin oleh Didi Nurhadi dan pemimpin redaksi Yusro M. Santoso optimis akan banyak rebotorial yang dihasilkan, tidak hanya sepak bola dan saham melainkan program program lainnya, dalam waktu dekat akan memunculkan produk robotorial berbasis data cuaca dan melaporkan hasil moto gp dan formula 1 di Indonesia

Pertanyaan selanjutnya apakah dengan presisi robot masih akan memunculkan kesalahan berita?
Robot adalah perangkat lunak yang mampu menginterpretasi dan mengolah data menjadi cerita yang runtut (berita) melalui penyusunan Algoritma. Disisi lain robot juga mengalami kesalahan dalam berita yaitu kesalahan kesalahan manusia (human eror), akan terciptanya banyak kesalahan berita pada penulisan berita pada penciptanya Al ketiadaaan feel. Kesalahan prediksi terjadi pada bulan Juni tahun 2017 di Santa Barbara dengan gempa 6,8 Skala Richter (SR fungsi jurnalis robot menjadi krusial karena computer memiliki kemampuan untuk melakukan persoalan dengan cepat, Al sendiri sebagai kemampuan dari sebuah computer untuk berpikir seperti manusia sebab Al tidak memiliki rasa dan pikiran jernih untuk menyajikan berita yang benar mencerahkan dan dapat dipercaya. Karena sejatinya media sendiri adalah segala bentuk dari saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan untuk  manusia, contoh kesalahan laporan disebabkan karena staff USGS baru saja mempublikasikab data gempa yang terjadi pada tahun 1925.
Bagaimana dengan identitas jurnalis digital dan jurnalis tradisional dengan kehadiran robot jurnalis
Identitas jurnalistik perubahan perubahan dari pekerjaan jurnalistik tersebut juga merubah identitas jurnalistik. Pertumbuhan Self-employment menjadi lebih cepat sehingga membentuk gap atau jarak kepada jurnalis perusahaan yang bekerja di media dan jurnalis untuk bekerja diri sendiri. Hal yang kemungkinan nantinya ditakutkan adalah terjadinya identitas posisi jurnalisme tradisional yang dapat kehilangan poekerjaan beberapa kalangan manusia akibat tercitanya jurnalisme robot ini jurnalisme robot juga dapat dilihat dari sebagai peluang konten diproduksi lebih cepat dalam berbagai Bahasa lebih besar dan mungkin terjadi kesalahan kecil. Jurnalisme manusia pun dapat berkonsentrasi dalam menulis pelaporan mendalam atau investigasi dalam menulis pelaporan mendalam dan robot jurnalis tugas tugas rutin yang menggunakan algoritma
Kesimpulan dari robot jurnalis merupakan sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi jurnalis untuk membuat lebih baik lagi. Robot jurnalis belum menjadi arah yang paten karena jurnalis robot itu mesin yang bisa diolah oleh manusia.secanggih apapun teknologi pasti memiliki sisi kekurangan maupun kelebihan nya.


Daftar Pustaka
Algooth Putranto. 2018. Praktik Jurnalisme Robot Senjakala Jurnalis?
20 mei 2019 pukul 13.55 wib
Sri oktika Amran, irwansyah. (2018). Jurnalisme Robot dalam Media Daring Britagarid.id vol 20.No 2

SEKIAN POST DARI SAYA
WASSALAMUALAIKUM WR.WB

Artikel Terkait

Previous
Next Post »