hallo gays sekarang ini saya akan membahas tentang journalis robot VS journalis manusia sebagai peran pawarta berita
Apakah
dengan adanya jurnalis robot maka peran manusia sebagai pawarta berita dapat
tergantikan:
Meskipun diera globalisasi sepeti sekarang
ini semuanya serba instant bahkan perkerjaan manusia sebagai seorang jurnalis
ada yang tergantikan oleh robot namun hal itu bukan berarti manusia sepenuhnya
kehilangan perannya sebagai pewarta atau seorang jurnalis, Hal tersebut karena
kinerja manusia dinilai masih unggul bila dibandingkan dengan robot, mengapa
demikian karena jurnalis robot dalam menulis berita untuk saat ini baru bisa
sampai pada tahap penulisan berita yang berbasis pada data dan angka-angka,
seperti seputar keuangan perusahaan, hasil pertandingan sepak bola, gempa,
jadwal sholat dan lainnya, Namun, untuk laporan-laporan jurnalistik, seperti
laporan investigasi dengan riset yang intensif dan mendalam yang tentunya
memerlukan adanya wawancara, konfirmasi atau verifikasi data dan fakta dan
lain-lain belum bisa dilakukan oleh robot tersebut. Selain itu jurnalis robot
juga tidak bisa memunculkan dan mengembangkan suatu gagasan, opini,
kreativitas, belum mampu untuk menganalisis atau menelaah suatu fenomena atau
peristiwa dan lain-lain, yang padahal semuanya itu bisa dilakukan oleh
manusia itu artinya peran robot sebagai jurnalis masih sangat terbatas
dan banyak kekurangannya sehingga peran manusia sebagai jurnalis tentu masih
sangat dibutuhkan. Peran sumber daya manusia yang mendukung terwujudnya
rebotorial pun masih besar. Mulai dari programmer,
data scientist, hingga jurnalis. Jurnalis robot mampu mengerjakan sejumlah
tahapan seperti cloud computing, internet
of thing hingga mengelola big date.
Dengan kode program hingga susunan (tamplate) berita yang ditentukan oleh
manusia, jurnalis robot dapat mengoptimalkan setiap tahapan dalam proses
produksi berita: mengumpulkan bahan berita, pencarian lead tulisan, pembuatan berita dan penyuntingan, menyortir pelaku
hingga menganalisis umpan balik pembaca.
Di Indonesia sendiri sudah menerapkan
jurnalis robot yaitu perusahaan beritagar
yang dipimpin oleh Didi Nurhadi dan pemimpin redaksi Yusro M. Santoso optimis
akan banyak rebotorial yang dihasilkan, tidak hanya sepak bola dan saham
melainkan program program lainnya, dalam waktu dekat akan memunculkan produk
robotorial berbasis data cuaca dan melaporkan hasil moto gp dan formula 1 di Indonesia
Pertanyaan
selanjutnya apakah dengan presisi robot masih akan memunculkan kesalahan
berita?
Robot
adalah perangkat lunak yang mampu menginterpretasi dan mengolah data menjadi
cerita yang runtut (berita) melalui penyusunan Algoritma. Disisi lain robot
juga mengalami kesalahan dalam berita yaitu kesalahan kesalahan manusia (human eror), akan terciptanya banyak
kesalahan berita pada penulisan berita pada penciptanya Al ketiadaaan feel. Kesalahan prediksi terjadi pada bulan
Juni tahun 2017 di Santa Barbara dengan gempa 6,8 Skala Richter (SR fungsi
jurnalis robot menjadi krusial karena computer memiliki kemampuan untuk
melakukan persoalan dengan cepat, Al sendiri sebagai kemampuan dari sebuah
computer untuk berpikir seperti manusia sebab Al tidak memiliki rasa dan
pikiran jernih untuk menyajikan berita yang benar mencerahkan dan dapat
dipercaya. Karena sejatinya media sendiri adalah segala bentuk dari saluran
yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan untuk manusia, contoh kesalahan laporan disebabkan
karena staff USGS baru saja mempublikasikab data gempa yang terjadi pada tahun
1925.
Bagaimana
dengan identitas jurnalis digital dan jurnalis tradisional dengan kehadiran
robot jurnalis
Identitas
jurnalistik perubahan perubahan dari pekerjaan jurnalistik tersebut juga
merubah identitas jurnalistik. Pertumbuhan Self-employment menjadi lebih cepat
sehingga membentuk gap atau jarak kepada jurnalis perusahaan yang bekerja di
media dan jurnalis untuk bekerja diri sendiri. Hal yang kemungkinan nantinya ditakutkan
adalah terjadinya identitas posisi jurnalisme tradisional yang dapat kehilangan
poekerjaan beberapa kalangan manusia akibat tercitanya jurnalisme robot ini
jurnalisme robot juga dapat dilihat dari sebagai peluang konten diproduksi
lebih cepat dalam berbagai Bahasa lebih besar dan mungkin terjadi kesalahan
kecil. Jurnalisme manusia pun dapat berkonsentrasi dalam menulis pelaporan
mendalam atau investigasi dalam menulis pelaporan mendalam dan robot jurnalis
tugas tugas rutin yang menggunakan algoritma
Kesimpulan
dari robot jurnalis merupakan sebuah ancaman sekaligus tantangan bagi jurnalis
untuk membuat lebih baik lagi. Robot jurnalis belum menjadi arah yang paten
karena jurnalis robot itu mesin yang bisa diolah oleh manusia.secanggih apapun
teknologi pasti memiliki sisi kekurangan maupun kelebihan nya.
Daftar Pustaka
Algooth Putranto. 2018. Praktik Jurnalisme
Robot Senjakala Jurnalis?
20
mei 2019 pukul 13.55 wib
Sri
oktika Amran, irwansyah. (2018). Jurnalisme
Robot dalam Media Daring Britagarid.id vol 20.No 2

EmoticonEmoticon