Filter Burbble Dampak Bermasyarakat dan Berdemokrasi

00.21

hallo gays pada syawal ke 12 sekarang ini saya akan membahas tema tentang dampak filter burble untuk bermasyarakat dan kehidupan berdemokrasi, oke karena mumpung masih asik lebaran karena aku dapet THR ( tugas hari raya ) dari dosen. Sekarang saya akan membahas apa itu filter burbble
filter burbble pertama kali diperkenalkan oleh seorang aktivis internet termuka bernama Eli Periser" sebuah dunia yang membangun kesamaan (Familiar) adalah tempat kita tak bisa belajar apapun" dikutip sari The Economist. istilah ini menurut informasi dari beberapa sumber adalah sebuah kondisi hasil dari perkiraan, formula, algoritma dari penyaringan pada sebuah situs yang akan menebak informasi tentang pengguna seperti lokasi, riwayat klik, riwayat like, pertukaran komentar dan riwayat pencarian.

lalu bagaimana dampak fenomena filter burbble dalam kehidupan bermayarakat?
literasi media sebuah penelitian penggunaan teknologi menunjukan rata rata manusia menghabiskan sepertinya waktu luang mereka secara online sebagaian besar adalah dengan sosial media yang membuat media unik memungkinkan individu berkenalan dengan orang asing tetapi memungkinkan pengguna untuk mengekspersikan membuat agar dirinya terlihat dari jaringan sosial media  mereka, mereka pun bertemu berdua dan duduk bersama, filter burbble sendiri merupakan hasil perhitungan algoritma dengan pencarian menggunakan google, youtube dan instagram yang berfungsi untuk menebak pengguna dalam mencari informasi yang sering dibuka atau yang biasa diberi tanda like pada sejarah pencarian sebelumnya, hasil perhitungan tersebut akan digunakan untuk menganalisa apa yang kita sukai saat melakukan pencarian dengan kata kunci yang sama hasil yang didapatkan bisa berbeda antar individu dengan individu lainnya karena mengacu pada hasil analisa yang sebelumnya, sudah disebutkan, kita cenderung diarahkan informasi yang selera atau suka dan disengaja di hindarkan informasi yang kurang kita sukai itulah dampak buruk filter burbble yang terjadi di media sosial. 
lalu bagaimana dampak fenomena filter burbble dalam kehidupan berdemokrasi
contoh :sekarang ini hidup di era informasi, kalau dulu katanya orang tua, hukum alam yang berlaku adalah yang kuat yang menang, ya betul adanya hukum itu saya akan mencontohkan ajang pilpres di indonesia ini sangat rumit sekarang ini banyaknya data yang curang hasil pemilu, dan pengguna banyak menerima berita palsu atau hoax, maka dari itu paslon nomor urut 2 akan mengajukan perkara kecurangan di mahkamah konstitusi dari sidang pertama yang digelar kemarin pada jumat tanggal 14 juni 2019 advokat tim BPN masih optimis akan menang di persidangan kali ini  dan sidang kedua akan di selenggarakan pada tanggal 22 juni 2019 dan aturan tentang akan dibatasi nya lagi pengguna medsos yang berlangsung sidang tersebut, acara TV pun semakin tranding termasuk TV ONE dan METRO TV yang memancarkan persidangan tersebut. efek lain yang dirasakan yaitu kita hanya akan fokus pada 1 platform untuk mendapatkan suatu informasi yaitu tentang hasil pilpres tersebut, konten konten yang ada di youtube, instagram dan facebook akan menayangkan persidangan itu juga dan pada hari itu juga. pengguna akan cenderung terisolasi dalam kelompok yang tidak bisa menerima perbedaan tersebut.
ketiga false consesus effect adalah kecenderungan orang untuk overtimate bahwa orang lain semua sepaham dengan dia. dalam kondisi biasa saja efek ini sangat umum berlaku, apalagi efek ini sangat umum berlaku apalagi di perburuk dengan adanya filter burbble tersebut

daftar pustaka 
https://www.lyceum.id/bahaya-filter-bubble-efek-dunia-maya/ akses pada 16 juni 2019 pukul 11.50 wib

sekian post dari saya wassalamualaikum wr.wb

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »